Dede Yusuf Tak Mau BPJS Kesehatan Jungkir Balik Sendirian

Jakarta – Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Effendi menilai BPJS Kesehatan saat ini jungkir balik sendirian mengatasi masalah yang melilitnya termasuk soal defisit keuangan.

“Ibarat mobil Mercy seri C plus terbaik, tetapi masalahnya, bensin enggak ada. Masih premium sehingga jalan ndut-ndutan,” kata Dede saat rapat kerja dengan Dirut BPJS Kesehatan, Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Keuangan dan Ketua DJSN di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (17/9/2018).

Menurut politisi Partai Demokrat ini, masalah jaminan kesehatan rakyat jangan hanya dibebankan kepada BPJS Kesehatan saja. Tanpa kerja sama dengan lembaga negara lain masalah defisit sulit diatasi.

Tercatat sejak 2014-2015 BPJS Kesehatan defisit, padahal sudah ada penganggaran mencapai Rp 4,5 triliun hingga Rp 6 triliun, sampai saat ini total defisit BPJS Kesehatan mencapai Rp 16,5 triliun.

Melihat kondisi anggaran negara saat ini, katanya, masih belum dalam kondisi aman. Nilai tukar Rupiah masih mengintai perekonomian. Sebaiknya, dia mengusulkan, pemerintah segera mengumpulkan ahli aktuaria dan ekonomi, guna memberikan solusi.

“Kita melihat BPJS disuruh jungkir balik sendirian, tanpa didukung oleh instrumen pemerintah yang lainnya. Dalam konteks ini kan ada Menteri Kesehatan, ada DJSN, ada juga Menteri Keuangan,”

Dede Yusuf menambahkan, persoalan yang dialami BPJS Kesehatan saat ini sangat dilematis. Masyarakat perlu mendapat pelayanan kesehatan yang layak, namun di sisi lain, anggaran untuk memberikan pelayanan kesehatan kurang. “Kalau kita perhatikan, apa yang disebut bailout hari ini, Rp 4,993 triliun jauh dari kebutuhan. Kebutuhannya itu Rp 16,5 triliun. Kalau dikurangi carry over-nya itu kira-kira Rp 11 triliun,” ungkap Ketua Komisi IX DPR RI ini. (*) TIMESINDONESIA.

Related Posts